Kota kelahiranku...


Kota kelahiranku terletak di bagian utara dari pulau bangka, yang berbatasan dengan Laut Natuna. Sebuah kota kecil dengan nama kota Belinyu, 86 Km dari ibukota propinsi Babel yaitu Pangkal Pinang. Kota Belinyu merupakan salah satu kecamatan yang ada di propinsi Babel.


Beberapa bangunan bersejarah yang pernah dimiliki kota Belinyu, seperti Benteng Kuto Panji yang dibangun Raja Bong Kap Jun terkesan kurang terawat, bahkan pembangkit tenaga listrik PLTU Mantung yang dibangun pemerintah kolonial Belanda yang konon katanya terbesar di Asia Tenggara sekarang hanya tinggallah cerita dan puing-puing saja. Semua itu terjadi mungkin akibat kurang arifnya generasi penerus memelihara benda-benda peninggalan sejarah dari para leluhurnya.

Walaupun ada yang sudah rusak, tetapi masih ada beberapa lagi aset peninggalan bangunan bersejarah yang masih dimiliki masyarakat Belinyu. Salah satu bangunan tua yang bernilai sejarah itu adalah Kelenteng Fuk Tet Che atau Kelenteng Belinyu, yang sudah berumur sekitar 104 tahun.

Salah seorang pengurus kelenteng yang sudah bekerja sekitar 30 tahun lebih merawat tempat ibadah ini mengatakan sampai kini kelenteng ini masih ramai dikunjungi orang, baik sebagai tempat ibadah warga Tionghoa maupun tempat bersejarah. Hal ini dikarenakan sebagian besar motif bangunan dan isinya masih asli berasal dari Tiongkok.

Selain itu, Di kota Belinyu terdapat juga tempat wisata Phak Kak Liang,Suatu kawasan yang berbentuk bangunan China yang dibangun diatas eks kolong timah dengan luas sekitar 2 ha oleh pengusaha lokal orang keturunan, sebagai tempat peristirahatan bagi pengunjung yang datang ke daerah Belinyu, sambil menikmati bangunan yang unik seperti berada di Hongkong atau Taiwan.

Yang tak kalah menariknya dari kawasan ini adalah pengunjung dapat menyaksikan ikan air tawar yang besar-besar bermunculan dari permukaan air, apabila wisatawan memberikan sekedar makanan ikan yang telah disediakan oleh penjaga setempat dan menurut cerita bahwa ikan-ikan tersebut tidak boleh dipancing atau dimakan.

Di Kota Belinyu juga terdapat sebuah Gua maria untuk berdoa bagi umat Kristiani.Gua yang berlokasi di Paroki St Maria Dikandung Tanpa noda, ini sangat menarik perhatian para peziarah-peziarah yang dari luar kota Belinyu ataupun dari luar pulau Bangka.Gua yang lumayan besar dan luas ini berlokasi di Jln.Mayor Syafri Rachman tepatnya di Paroki St Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda.Bagi yang berlibur dari kota lain ke pulau Bangka khususnya ke kota Belinyu, boleh juga mengunjungi gua ini...

Pantai-pantai di Kota Belinyu juga banyak dijadikan tempat untuk berekreasi dan berlibur. Sebut saja pantai Remodong, pantai Pesaren, pantai Penyusuk. Tetapi akhir-akhir ini banyak pantai yang tidak terawat lagi sehingga pantai tersebut jarang dikunjungi oleh pengunjung.

Pelabuhan yang ada di kota belinyu terletak di Tanjung Gudang, yang dulunya merupakan pantai Mantung, Tetapi sejak dijadikan sebagai pelabuhan, pantai ini berubah fungsi, tetapi tidak jarang juga masyarakat pada hari libur berekreasi ke sana.











Yovie Site 2003 : Personal home page
Address : http://www.yovie.tk
Best viewed with internet explorer 5.0 or highest (800 x 600)
<xmp>